Semua berasal dari rasa di hati, kemudian memunculkan rasa
ingin tau. Lalu terjadilah kejadian mencari tau dan kemudian menemukan apa yang
diingini tau. Ingin tau bukanlah perbuatan tanpa risiko, sangat berisiko malah.
Bisa jadi hasilnya membuatmu tenang, namun akan sangat mungkin berhasil membuat
hatimu bimbang, atau terkadang justru rasa sakit akan datang menyerang. Iya,
sakit!
Aku memendamnya cukup dalam dari mereka. Tak banyak
bercerita, tak banyak bertanya, tapi mungkin sekarang kadar berharapku
meningkat. Semua adalah hasil dari apa yang dilalui selama perkenalan ini
terjadi. Di akhir angka 8 hingga sekarang angka 11, banyak kesan, kebahagiaan,
cerita, penyatuan dua kepala sering menjadi warna-warna cerah setiap harinya. Sangat
takut, dulu. Tapi kamu yang meyakinkan, hingga aku kini bertahan. Bertahan dengan
harapan yang kian menghijau seiring gempuran-gempuran badai yang ingin
menggugurkannya. Nyaman, tenang, dan terasa sempurna.
Terkadang aku merasa, aku ini hanya setetes air di lautan
hidupnya. Itulah sebabnya mengapa ku simpan rapat cerita kita.(bolehkan aku
menyebut kita di sini?) Hanya kepada yang terpercaya saja aku berbagi. Lautanmu
terbentuk dari berbagai sumber mata air dengan kesejukan masing-masing. Tapi hati
seorang wanita selalu peka, hati ini tau air mana yang mungkin menggenang di lautanmu.
Maaf jika aku tak sepenuhnya percaya, maaf jika aku sering
curiga, maafff…maafff… Saya hanya memastikan kemungkinan, memperhatikan
kenyataan. Hingga aku menemukan satu sumber yang benar-benar terasa berbeda. Semua
kisahnya tentang kamu. Semula kukira biasa. Tapi sepertinya perkiraan itu
salah. Ada kesejukan yang berbeda. Entah bagaimana awalnya dia bisa menjadi
bagian dari lautmu, aku masih benar-benar menganalisa. Tapi sungguh di luar
nalar, jika apa yang menjadi kecurigaan ini benar. Adalah kesakitan yang
sungguh tak terelakkan. Iya, sakit. Begitu dalam dan tak terduga. Lantas apa
maksud “tak semudah itu” yang kau lontarkan padaku kala itu? Apa? :(
Yang memang tdk bisa dielak adalah, mereka berada dalam satu
wilayah kerja dan study. Sedangkan aku, jauh dari jangkauan. Mungkin karena itu
juga saya kebanyakan ingin tahunya. Yang berakhir kesakitan macam ini. Entahlah,
sesungguhnya aku sudah memilih saat ini. Dan sesungguh sama sekali tidak ada
dalam perencanaan untuk merubah pilihan itu. Hatiku sudah memilih kamu. Kamu yang
aku cari. Tapi apa harus aku merubah pilihan hati karena realita? Ah, jika saya
boleh berharap, saya ingin apa yang saya simpulkan itu salah. Haha, konyol ya? Maka,
tolong yakinkan saya! Tolong jelaskan pada saya! Aku membutuhkannya.
Allah, Engkau Maha Mengetahui apa-apa yang tidak ku ketahui,
baik itu yang nyata maupun tersembunyi. Engkaulah yang tau hari depan macam apa
yang terbaik buat saya, hati yang bagaimana yang kelak akan membimbing saya,
yang akan menjadi imam di dunia dan menuntunku ke surga-Mu, Ya Allah.. Saat ini, jika memang dia yang terbaik,
berikanlah kelapangan dalam hati saya untuk senantiasa tulus memaafkan. Dan jika benar sekeping hati itu terletak pada hatinya, ku mohon jagalah hati itu hanya
untukku, Tuhan. Jagalah dia, jagalah aku. Karena sesungguhnya, tiada yang mampu
menjaga hamba sebaik penjagaanMu, Ya Rabb.. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar