Selasa, 21 Mei 2013

Alhamdulillah, 19th yang Indah

Alhamdulillahirobbil'alamin..... Beribu syukur ku ucapkan kepada pemilik hidup, yang Maha Menguasai jagad semesta. 19 Mei 2013, 19 tahun sudah aku menapakkan kaki di dunia ini, beradaptasi dan berkembang seiring waktu. Subhanallah, sungguh nikmat amat besar, telah Tuhan berikan padaku.


Saya teringat, sekitar pukul 3.15 pagi aku terbangun. Dengan debaran jantung yang memburu cepat, aku mengucap "alhamdulillah, terimakasih ya Allah... terimakasih Engkau telah memberiku hidup hingga saat ini. memberiku nafas samapi umur 19 tahun. Terimakasih Engkau masih memberiku kesempatan untuk memperbaiki diri. Semoga aku mampu memanfaatkan umurku ini dengan baik, selalu berada di jalanMu ya rabb.." dan air mata haru pun mengalir. pipiku basah oleh kebahagiaan, sekaligus kesedihan. Saya teringat pesan orang-orang bijak bahwasanya, semakin bertambahnya umur seseorang, semakin berkuranglah jatahnya untuk berkuasa di dunia. Tapi ya, beginilah dunia, tiada yang abadi di dalamnya, melainkan Sang Maha Sempurna, yaitu Allah.


Siapa yang mengucapkan pertama? Apakah ibu, bapak, sahabat, ataukah pacar? Huahaha, yang jelas detik waktu yang pertama kali menyambut pertambahan umurku ini :) lalu kemudian, emm.. siapa ya? pacar bukan ya? Emang udah punya pacar? huahaha *bongkar keadaan* :p Oke, yang pertama ngucapin ituuu... sahabatku Anin Kharisna. Sepertinya dia rela begadang menunggu jam 12.00 yah.. Doi bikin terharu gitu. jadi sosoknya aku tempel di sini nih :D Lalu disusul sahabat-sahabatku yang super : Ririn, Fina, Lolla, Nailul dll :D big thanks buat ucapannya ya sayang.. aku sayang kalian :*



Dan WOW! Ini sangat mengesankan, bapak menghadiahi anaknya yang kece ini dengan menaiki dataran tinggi Karang Anyar, tepatnya di Tawang Mangu, Magetan (ya deketnya Sarangan lah). beliau yang SIMnya punah secara mendadak, rela buat baru demi membuat hari ini berkesan. subhanallah *nulis sambil berkaca-kaca* #eaa
Ini nih barang buktinya. jalannya masya Allah, terjal buanget dan cukup bikin kaki cenut-cenut karena cukup jauh dan menanjak. Tapi momen ini sungguh berkesan. Terimakasih bapak. Dan ibuk, yang pagi-pagi, baru juga bangun tidur, sudah memelukku sembari berdoa untuk anaknya yang imut ini. #plak *ditampar marmut*




 



Dan kejutannya belum berakhir. dua sahabat SMP yang yang cantik-cantik : Kiky, Fera, dan Rina. baru saja aku pulang dari mendaki gunung, dari balik mobil, di teras tepatnya, ada suara berisik setengah berbisik. dan WOW! Surprise mereka mengharukan! *huaaa pengen nangis lagi*
Big thanks buat kalian, sayaaaanng... Allah yang bales yaaa... :*
kata Kiky sih, "persahabatan semanis coklat." Yeah, semanis orang-orang yang bersahabat di dalamnya :))





Oke, surprise"nya udah, sekarang it's time to pray. Bismillah, semoga di usiaku yang ke 19 tahun ini, bisa menjadi insan yang lebih lebih baik lagi, LULUS UAN 2013 dengan danem TERBAIK, DITERIMA SNMPTN di PTN TERBAIK dengan jurusan yang paling baik, panjang umur, sehat selalu, dapat menjadi kebanggan bapak dan ibu, sukses dan selamat dunia dan akhirat. Dapat calon imam yang baik, yang mampu membimbingku di jalan Allah. Amiiin Ya Robbal'alamin. :) Semoga tahun depan bisa lebih indah yaa ^^





Rabu, 15 Mei 2013

Tentang Suara yang Berbisik

Mengenai title Suara Hati dan URL berbisik-lirik. Sebenarnya sih saya sendiri belum benar-benar mematenkan nama ini. Masih mencari nama yang tepat bin cocok buat tempat berbagi dan berinspirasi ini. Yaaa, mungkin nanti, di tengah perjalanan saya menjalajahi dunia blog, saya bisa menemukan nama yang lebih pas, sesuai isi yang dimuat dan sesuai dengan karakter saya.

Tapi sebelumnya, kenapa saya memilih title Suara Hati bukan berarti tanpa alasan. Dalam benakku, tempat ini adalah wadah di mana saya dapat meyuarakan apapun yang ada di dalam hati, baik dalam puisi, prosa, narasi, maupun cerpen nantinya. Ya, suara yang dititipkan Tuhan kepada seorang insan. Tentu saja, adalah suara kebenaran! right? :) Tapi nanti tidak menutup kemungkinan (dan semoga memang memungkinkan) saya bisa berevolusi menulis artikel ataupun hal-hal nonfiksi lainnya, saya juga akan membaginya di sini.

Mengenai URL berbisik-lirik. Hmmm, saya mengambil filosopi di dalamnya. Berbisik yang memiliki arti berbicara dengan perlahan/dengan lembut. Lirik adalah sebuah karya yang berisi tentang curahan atau hal-hal yang dialami penulis. Jadi, berbisik-lirik di sini, saya ingin berbicara tentang apa yang ada di pikiran dan di hati saya kepada penikmat sastra dengan cara yang lembut, dengan menggunakan hati.

Nah mungkin bagi yang sudah membaca tulisan ini, ada komentar atau memiliki usulan title dan URL yang lebih tepat buat saya, dan jika nantinya cocok, saya terima sekali masukannya. Trimakasiiih :D

Selasa, 14 Mei 2013

Selubung Kabut Dalam Palung Danau (I)



Entah apa dan bagaimana ini terjadi. Baru beberapa hari menapakkan kaki di bumi sekolah ini, ketika suatu event terjadi kemudian mempertemukan dua keping hati tak berantai. Semula tarikan itu bukan dari diri pribadi, namun karena masalalu yg membawaku menemuimu. Semua terasa biasa saja mengalir dan menggenang tenang, kemudian perlahan penuh. Mencoba utk mengarunginya dan menemukan tepi danau itu utk disinggahi. Sebenarnya memang harus berfikir, aku akan naik apa, ke arah mana, dan bagaimana agar bisa menepi dengan baik.

“Melangkahnya perlahan saja, tdk usah buru-buru, ntar gak maximal. Cobalah melakukan yang terbaik.” Gertakan dlm hatiku.
Karena arus air yang tdk tenang, bahkan danaupun bisa terjadi ombak, maka proses itu terhenti dan hanya merambat perlahan sesuai kemampuan dengan cepat rambat yang lambat. Biarlah, ombak itu utk ditempuh, sabarlah dan tanamkan keikhlasan dan perlahan akan berhasil.
Sesungguhnya tdk berniat memusnahkan ombak, hanya niat utk tetap bertahan. Disini Allah menjawab keteguhan hatiku, sehingga dia menghilang tanpa  desakan, namun karena Kuasa Tuhan.

“Sudah lama Lho ini, tp kok masih statis begini.” Unek-unek yang muncul setelah lama berlayar dan ingin menyerah.. #Oopz, sebenarnya sih sadar saja, tapi ini harapan. :)
Jadi tersadar jk sejak awal sebenarnya danau ini luas tdk seperti yg lain. Tp awalnya dialah yg menarikku utk mengarunginya. Yaa, mencoba mengikuti karena mmg itu tujuan. Sudah lama, tapi danau itu baru tahu kalau ada turis berkunjung. Ketika melihat dia bersinar terkena pantulan cahaya mentari, itulah langkah awalku.
Selama itu aku mencoba melakukan& memberi yg terbaik sesuai kemampuanku. Seperti kiasan yg kudapat, “Belahan jiwa itu hanya seindah pribadi yang kau miliki.” Maka mencoba memberi ketulusan akan proses ini, dan bersabar dengan gelombang yang tdk teratur shg tiada ombak gempa pun bisa melanda. Yaa, mencoba menata hati di atas daun talas. Rasa ingin menyerah, membencimu pun sepertinya pantas. Tapi aku tdk bisa..Sesungguhnya sudut kekeruhanmu, ruang jernihmu atau apapun itu aku sdh mendengar dan mengetahuinya. Tapi akar pohon besar ini menahanku. Aku tdk bs..

Sabar....Sabar...Sabar... lama kelamaan habis juga. Setelah terombang-ambing di tengah danau yg bergelombang pasang, terdengar ada teriakan;
“Jaman amburadul kyo ngne seg golek uong keren? Uong keren kie gak ngefek ge urip.mu, golek sg ngerteni kowe, sg mikir masa depan!”
Huuh, sebenarnya smw itu ada dlm genangan air itu. Namun rasa utk menjagaku sama sekali nihil. Sebenarnya beberapa kali, sikap menyuruhku pergi, tapi ada tarikan dari kutub dadakan utk tetap disini. Dengan suara itu aku benar” mengerti. Baik, danau itu kini tersohor, dia kini luar biasa baik, dia memekarkan bunga dan menebar semerbak harum namamu ditanah kelahiranmu. Tapi sesungguhnya, aku ingin melihat kamu yg benar-benar baik, bukan yg luar biasa baik, kamu yg apa adanya, yang belum seterang ini, dan dengan penuh kerendahan hati. Sepertinya itu sulit, dan tiada pemahaman akan proses yang telah terlampaui.
Sepertinya kini aku benar” sadar,& mengerti. Smw itu fiksi, dan aku hrs pergi. Disini hanya akan mendapat luka yg perih. Tdk ada pengertian, dan hanya membuatku semakin perih. Mungkin sejak dulu itu semu, dan aku yang terlalu ingin tahu. Kini jk kamu ttp seperti itu, aku di ambang rasa menyerah.
Kamu yg baik, smg Tuhan menjagamu untukku. Dan aku akan terus menjadi lebih baik, atas izin Allah :)
Ya sdh, sekarang biarkan kehendak Tuhan dan waktu yang membawaku utk ttp disini atau terbang jauh meninggalkan danau dan menuju awan tinggi yg lebih indah. :D