Waktu ibarat busur panah yang terus melesat menembus mangsa.
Ia berjalan amat kilat, melesat meninggalkan busur penghantarnya. Ia hanya
perlu melintasi jalan dengan begitu cepat, tanpa harus mengindahkan jalan
sekitar yang ia lewati. Walau itu begitu indah, pasti berlalulah sudah.
Kesendirian akan menimbulkan kesepian. Sebuah waktu akan
memunculkan kerinduan. Aku yang terus beranjak harus melalui proses kehidupan
ini. Jangan ditolak, sakit jadinya kalo ditolak. Bukan juga dinikmati, tapi
dihadapi. Malam ke dua di perantauan, membuncahkan kerinduan yang begiitu
besar. Kepada ibuk, kepada bapak, dan kepada kakak. Aku menyayangi mereka,
Tuhan. Aku merindukan mereka. Namun berada di sini adalah amanah yang harus
dijalankan. Aku mohon, lindungilah rindu ini agar tetap terjaga, namun jangan
biarkan ia meronta. Aku ingin menikmatinya tanpa harus memanjakan diri. Satu
yang pasti aku mohon, izinkanlah hamba memenuhi harapan orang-orang tercintaku
ya Allah, ijinkan hamba membanggakan mereka. Jangan biarkan hamba mengecewakan
orang-orang yang telah membanggakanku. Semoga apa yang mereka harapkan, apa
yang mereka amanahkan dari dan kepadaku, bisa ku penuhi, Tuhan… bimbinglah aku,
Engkaulah sebaik-baiknya penunjuk. Aaamiiin…
Aku merindukan kita : Ibuk, bapak, Mas Ari. Fina, Ilul. Aku
kangen kalian. Semoga kita selalu dijaga Allah ya, sayang. Sampai ketemu, saat kesuksesan telah sama-sama kita genggam. Amiiin :)
With Love,
Ratih M.K.
18 Augst 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar